Kamulah Cintaku (2)

oleh; Nazilatun N. Dengan  setumpuk  buku  yang  memenuhi  tanganku.  aku  buru-buru  berjalan  menuju  mobilku  yang  sudah  terparkir  di  depan  rumahku.  Aku  mengurungkan  membuka  pintu  mobil  saat  Rika  sahabat  Arifin memanggilku. “Ada  apa,  Rika?”  tanyaku  yang  melihat  Rika  berdiri  di  sampingku. “Dea,  kamu  harus  ikut  aku  sekarang.  Saat  ini  Arifin  sedang  membutuhkanmu” balas  Rika  yang  terlihat  panik. “Pagi  ini  aku  ada  ulangan.  Kalau  aku  tidak  masuk,  nilaiku  akan  kosong” “Aku  mohon  Dea,  kamu  mau  ikut  bersamaku  ke  rumah  Arifin” “Memangnya  Arifin  kenapa?” “Nanti  kamu  juga  akan  tahu  setelah  kamu  sampai  di …

Read More

Seindah Pelangi Seusai Hujan Reda

Oleh; St. Masruroh Senja gemulai menyapa bibir pantai selatan. Matahari serasa mengambang diatasnya. Semburat pancaran teduh sinarnya, seakan melukis langit biru begitu indahnya. Memanjakan dua kornea mata, terasa tak ingin berpaling darinya. Begitulah yang dirasakan. Hanya dikala senja datang menyapa. Gadis cantik berjilbab itu tidak pernah melewatkan senja di pantai walau satu hari pun. Karena semua itulah yang membuat takjub kepada penciptanya. Waktu yang selalu digunakan untuk merenungkan akan segala yang Ia lakukan hari itu, membuatnya terasa semakin begitu dekat pada penciptaNya. “Mbak… Mbak Hanifa Ayo pulang, dicariin ibu tuch…”…

Read More

Kamulah Cintaku

Oleh: Nazilatun N. Di atas bukit yang dikelilingi bunga yang tengah bermekaran. Aku dan Arifin tengah duduk bersebelahan melihat indahnya pemandangan. Arifin melihat kearahku yang terlihat bahagia. Melihat hal itu, lidah Arifin terlihat kaku untuk mengatakan hal penting kepadaku. Melihat jam yang terikat di tangannya, Arifin ragu-ragu mengatakan hal penting kepadaku. “Dea…” kata Arifin pelan. “Iya, Arifin. Ada apa?” “Ada hal penting yang mau aku katakan sama kamu” wajah Arifin mendadak murung. Aku menjadi bingung melihat hal itu. “Hal penting apa, Arifin?” “Kita akan berpisah” aku menatap kearah Arifin tak…

Read More

[LMK-GHDC] Semua Karena Cinta

“Kita putus aja ya, Lan,” Arlan terbelalak. Dia tak menduga apa yang disampaikan Riana, gadis yang nyaris setahun ini menjadi kekasihnya. Padahal mereka sudah tak bertemu selama sebulan. Alih- alih pertemuan berbalut rindu, yang ada gadis itu malah mengungkapkan kata perpisahan. “Maksud kamu?” Arlan berusaha tenang. Meski ritme jantungnya sudah tak lagi beraturan. “Hubungan ini nggak akan berhasil, Lan,” ujar Riana. Gadis itu menghela napas panjang sebelum kemudian melanjutkan kalimatnya, “Aku minta maaf,” “Apa- apaan sih, An!” seru Arlan gusar. “Aku sudah bilang dari awal, kalau aku serius denganmu. Tidak…

Read More