Hening di Ujung Malam

Biarkan rasa menyentuh angkasa hatimu Meski itu hanya sebentar, hanya sekejap Tak mengapa, itu cukup bagiku…!! Biarkan ku nikmati percikan rindu Tatkala hati ini telah tercuri olehmu Biarkan ku menyiram benih rindu dan cintaku Yang telah tertanam dahulu di taman hatimu Meski dengan tetesan air mata ini Sebelum ia habis dan mengering Sebelum ia tak sanggup lagi Menetes dan membasahi pipi Karena terkuras saat merindumu… –=*=– “Entahlah… mengapa begini? Kudapati hatiku terkulai layu tanpamu, Raka” desahku lirih menenangkan dan menerka gusar dalam hati. Malam ini, bukan yang pertama bagiku, untuk…

Read More