Tips Khusus untuk Menulis

 

Menulis itu sangat mengasyikkan. Meski terkadang dianggap suatu aktivitas yang membosankan untuk sebagian orang. Dalam dunia menulis, ada dua aspek yang akan kamu gapai dalam saat yang sama. Satu sisi, untuk kepuasan batin. Ketika kamu mampu untuk menuangkan ide dan memperkaya pengetahuanmu. Kemudian aspek manfaat dan sumber inspirasi bagai orang lain.
Ketika kamu mulai merasakan nikmatnya menulis, maka, saat itulah akan mengerti akan dahsyatnya menulis dan berbagi untuk sesama. Eits.. jika kamu termasuk salah satu yang beranggapan bahwa menulis adalah aktifitas membosankan. Maka jangan dilanjut membacanya, sampai disini aja!!. Nah, jika jawabannya tidak. Dan kamu ingin merasakan dahsyatnya. Ini ada tips khusus buat kamu yang minat dan tertarik untuk menilis karya terbaikmu;

1. Pilih Topik yang Kamu Fahami

Topik yang kita pilih merupakan foktor penting bagi tulisan yang akan kita tuangkan. Pondasi awal sebuah ide dan gagasan bersumber dari sana. Dimana akan memudahkan kita untuk menuangkan dalam sebuah karya tulisan, secara rinci dan detail bukan hanya sekedar tulisan tanpa makna. Nah, sudah barang tentu topik antara satu engan lainya cukup berbeda meski ada sebagaian yang hampir sama. Misalnya saja kamu suka traveling. Tulislah pengalaman seputar wisata yang pernah kalian lakukan. Jika kalian, suka karya fiksi, tulislah karya fiksi, baik itu puisi, cerpen dan novel. Dengan berbagai tips dan resep-resep yang pernah kamu coba di rumah. Bagi kamu yang kutu buku maupun suka membaca, kamu bisa menuliskan resensi buku terbaru yang menarik dan bermanfaat bagi khalayak ramai. Mengapa suatu topik yang kita fahami menjadi penting, karena ini akan membuat kita semakin enjoy dan bersemangat melewati proses tulis menulis.

2. Buatlah Kerangka Tulisan

Setelah memilih topik, kamu bisa langsung membuat kerangka tulisanmu. Kerangka tulisan adalah bagian dari perencanaan untuk eksekusi tulisanmu nantinya. Catat berbagai bahan tulisan yang ingin kamu tuangkan.
Kerangka tulisan ibarat sebuah koridor yang mana akan banyak membantumu dalam mengingat apa saja yang ingin kamu tuangkan. Kamu juga bisa menggunakan kerangka untuk mengumpulkan data dan informasi pendukung yang kamu butuhkan untuk memperkaya khazanah tulisan.

3. Riset Data dan Informasi

Apa kata dunia, tulisan tanpa data yang valid. Ibarat sayur tanpa garam. Yang pasti hambar rasanya. Kok, malah ngomongin masakan. Nah, itu hanya sekedar simulasi sederhana. Seperti halnya masakan tentu resep dan racikan yang komplit menejdikan masakan itu terasa enak untuk dinikmati semua orang. Dan oleh sebab itu, bahan dan data pendukung yang sesuai akan membuat tulisan semakin bernas dan bermanfaat bagi khalayak ramai pembaca. Bahkan, membuat penasaran dan tanpa disadari kalau ternyata sudah sampai pada titik akhir tulisan. Karena, item ini cukuplah penting maka semakin banyak dan valid data yang kita peroleh tentu akan membuat kualitas tulisan yang kita suguhkan semakin baik. Lebih bermanfaat dan bisa jadi sumber inspirasi bagi pembaca.

4. Tuangkan Ide dalam Karya Anda

Bilamana semua data dan informasi telah terkumpul, kini saatnya kamu mulai menulis! Carilah tempat senyaman mungkin buatmu. Ini jelas berbeda sesuai dengan selera kalian. Tentunya, agar kamu bisa menuangkan ide dan gagasan secara maksimal. Cobalah, sejenak baca kembali kerangka tulisan kamu. Semoga tidak lupa menaruh atau lupa dibawa. Upss…..
Sejenak tahan nafas dulu, rileks aja.. Apabila di tengah proses menulis, tiba-tiba blank ataupun kehabisan stock ide gagasan, rehat sebentar dan lakukan aktivitas lain yang menurutmu mampu untuk mengembalikan mood menulis lagi. Nah, jika dirasa cukup, kamu bisa lanjut menulis lagi.

5. Jadilah Editor bagi Karya Sendiri

Setelah kamu merasa ide dan gagasan sudah tertuang semua dalam tulisan. Kini, saatnya kamu menjadi editor bagi tulisan yang masih hangat yang baru kamu selesaikan. Bacalah secara seksama mulai dari awal. Perhatikan secara detail penggunaan tanda baca, susunan kata dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Segera beri tanda atau perbaiki dengan benar.
Dan yang terpenting adalah struktur kalimat yang mudah dimengerti oleh para pembaca. Jangan sampai ide maupun pesan tulisan yang kamu harapkan tidak bisa di fahami oleh pembaca dengan baik. Nah, dengan menjadi editor kita memosisikan sebagai pembaca bagi tulisan kita sendiri. Dengan begitu kita akan semakin memahami bagaimana sebuah tulisan yang bagus namun, cukup bermanfaat bagi para pembaca semuanya.

6. Publikasikan Karyamu

Langkah terakhir setelah karya tulisanmu layak untuk konsumsi publik. Kamu bisa mempublikasikan karyamu. Banyak pilihan media yang bisa kamu gunakan untuk berbagai karya tulisanmu. Bisa melalui blog pribadi, melalui penerbit buku, media tenama nasional maupun media sosial yang marak pada saat ini. Yang pada intinya adalah bagaimana karya tulisannya dinikmati oleh khalayak ramai pembaca. Membagikan tulisan melalui media apapun, tentu kamu harus siap dan membuka diri untuk setiap kritik dan saran dari para pembaca yang tentu sangat kompleks dalam menyikapi setiap tulisan yang mereka baca. Dan tentu, akan membuat kita mengerti bilamana ada beberapa kekurangan dan sebagai bahan pengalaman untuk kita bisa membuat karya yang lebih berkualitas di kemudian hari.

Tips khusus di atas bisa kamu terapkan setiap kali kamu ingin kembali menulis. Dan tentunya, tips tersebut diatas akan menjadi angin lalu jika saja tanpa adanya kemauan kuat kita untuk menulis dan tekun berlatih secara terus menerus. Semakin banyak waktu yang kita luangkan untuk berlatih, akan membuat kita semakin terpacu untuk membuahkan karya tulisan terbaik dan sarana efektif bahan evaluasi kita sebagai penulis.

Semoga Bermanfaat!
Salam Literasi

Related posts

Leave a Comment